<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Indoagribisnis</title>
	<atom:link href="http://indoagribisnis.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://indoagribisnis.wordpress.com</link>
	<description>membangun negeri agraris</description>
	<lastBuildDate>Tue, 28 Dec 2010 05:53:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='indoagribisnis.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Indoagribisnis</title>
		<link>http://indoagribisnis.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://indoagribisnis.wordpress.com/osd.xml" title="Indoagribisnis" />
	<atom:link rel='hub' href='http://indoagribisnis.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Kapan Petani Mandiri?? :Kasus Revolusi Hijau dan Pertanian Organik</title>
		<link>http://indoagribisnis.wordpress.com/2010/12/27/kapan-petani-mandiri-kasus-revolusi-hijau-dan-pertanian-organik/</link>
		<comments>http://indoagribisnis.wordpress.com/2010/12/27/kapan-petani-mandiri-kasus-revolusi-hijau-dan-pertanian-organik/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Dec 2010 07:15:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indoagribisnis</dc:creator>
				<category><![CDATA[opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indoagribisnis.wordpress.com/?p=88</guid>
		<description><![CDATA[Revolusi Hijau adalah sebutan tidak resmi yang dipakai untuk menggambarkan perubahan fundamental dalam pemakaian teknologi budisaya pertanian yang dimulai pada tahun 1950-an hingga 1980-an di banyak negara berkembang, terutama di Asia. Hasil yang nyata adalah tercapainya swasembada (kecukupan penyediaan) sejumlah &#8230; <a href="http://indoagribisnis.wordpress.com/2010/12/27/kapan-petani-mandiri-kasus-revolusi-hijau-dan-pertanian-organik/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indoagribisnis.wordpress.com&amp;blog=4915831&amp;post=88&amp;subd=indoagribisnis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Revolusi Hijau</strong> adalah sebutan tidak resmi yang dipakai untuk menggambarkan perubahan fundamental dalam pemakaian teknologi budisaya pertanian yang dimulai pada tahun 1950-an hingga 1980-an di banyak negara berkembang, terutama di Asia. <span id="more-88"></span>Hasil yang nyata adalah tercapainya swasembada (kecukupan penyediaan) sejumlah bahan pangan di beberapa negara yang sebelumnya selalu kekurangan persediaan pangan (pokok), seperti India, Bangladesh, Tiongkok, Vietnam, serta Indonesia. Norman Borlaug, penerima penghargaan Nobel Perdamaian 1970, adalah orang yang dipandang sebagai konseptor utama gerakan ini.</p>
<p>Revolusi hijau mendasarkan diri pada empat pilar penting, yaitu: 1) penyediaan air melalui sistem irigasi; 2) pemakaian pupuk kimia secara optimal; 3) penerapan pestisida sesuai dengan tingkat serangan organisme pengganggu; dan 4) penggunaan varietas unggul sebagai bahan tanam berkualitas. Melalui penerapan teknologi non-tradisional ini, terjadi peningkatan hasil tanaman pangan berlipat ganda dan memungkinkan penanaman tiga kali dalam setahun untuk padi pada tempat-tempat tertentu, suatu hal yang sebelumnya tidak mungkin terjadi.</p>
<p>Revolusi hijau mendapat kritik sejalan dengan meningkatnya kesadaran akan kelestarian lingkungan karena mengakibatkan kerusakan lingkungan yang parah. Oleh para pendukungnya, kerusakan dipandang bukan karena Revolusi Hijau tetapi karena ekses dalam penggunaan teknologi yang tidak memandang kaidah-kaidah yang sudah ditentukan.</p>
<p>Penggunaan pupuk kimia dalam jangka panjang mengakibatkan tanah menjadi lebih keras dan kurang subur sehingga untuk memperoleh hasil yang sama dan luasan yang sama maka petani harus menambah jumlah pupuk. Sedangkan penggunaan pestisdia kimia membuat hama dan penyakit tanaman akan semakin resisten dan lagi-lagi petani harus menambah dosis untuk memberantasnya.</p>
<p>Selain dampak lingkungan, dampak lainnya adalah ketergantungan petani terhadap industri hulu pertanian seperti industri benih, pupuk kimia dan pestisida. Ketergantungan tersebut dimanfaatkan oleh para pelaku industri untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya dan selalu berusaha untuk membuat petani tidak berdaya terhadap kebutuhan input yang mereka hasilkan karena ketidakberdayaan petani berarti peluang pasar bagi pelaku industri hulu pertanian. Oleh karena itu secara ekonomi, petani kurang diuntungkan.</p>
<p>Guna memperbaiki kondisi lingkungan dan menjaga kelestariannya, pegiat lingkungan meulai mengkapanyekan pertanian organik dengan slogannya ”<em>Backt to Nature</em>”. Selain memberi pengertian  kepada petani tentang dampak buruk dari pupuk dan pestisida kimia, mereka juga mengajari petani sistem pertanian organik mulai dari teknik budidaya, pemberantasan hama secara alami, pembuatan pestisida organik, dan pembuatan pupuk organik.</p>
<p>Kegiatan pertanian organik membawa manfaat lain bagi petani yaitu berkurangnya ketergantungan petani terhadap industri hulu pertanian yang berbasis kimia. Namun demikian manfaat ini belum disadari secara menyeluruh oleh petani. Kelompok kelompok petani yang melakukan budidaya pertanian secara organik masih sedikit jumlahnya meskipun semakin tahun semakin bertambah.</p>
<p>Belum saya temukan hasil penelitian yang menyebutkan faktor apa yang menyebabkan semakin bertambahnya jumlah kelompok petani organik. Menurut hipotesa penulis, faktor yang mendorong adalah kesadaran petani akan pentingnya kelestarian lingkungan atau faktor ekonomi yang lebih menungtungkan karena ketergantungan terhadap industri yang berkurang dan harga hasil pertanian organik yang lebih mahal dibandingkan non organik seiring dengan meningkatnya permintaan terhadap hasil pertanian organik yang konon katanya lebih sehat.</p>
<p>Niat baik dari para pegiat lingkungan dan pegiat yang berusaha memberdayakan kemandirian petani dari penggunaan input sekarang mulai terancam oleh pelaku industri hulu yang memproduksi input (pupuk dan pestisida)organik. Bagi kelestarian lingkungan, ini tidak menimbulkan permasalahan karena secara teknis masukan yang digunakan berbentuk organik, tetapi kemandirian petani akan terkikis karena akan tergantung lagi pada industri hulu. Peristiwa revolusi hijau akan terulang, yang pada ahirnya secara ekonomi akan merugikan petani.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indoagribisnis.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indoagribisnis.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indoagribisnis.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indoagribisnis.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/indoagribisnis.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/indoagribisnis.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/indoagribisnis.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/indoagribisnis.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indoagribisnis.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indoagribisnis.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indoagribisnis.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indoagribisnis.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indoagribisnis.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indoagribisnis.wordpress.com/88/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indoagribisnis.wordpress.com&amp;blog=4915831&amp;post=88&amp;subd=indoagribisnis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indoagribisnis.wordpress.com/2010/12/27/kapan-petani-mandiri-kasus-revolusi-hijau-dan-pertanian-organik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0e6a3d2b4bf55f3578110ed6f5eb605c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">indoagribisnis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PERAN LUAS PANEN DAN PRODUKTIVITAS  TERHADAP PERTUMBUHAN PRODUKSI TANAMAN PANGAN  DI JAWA TIMUR</title>
		<link>http://indoagribisnis.wordpress.com/2010/12/27/peran-luas-panen-dan-produktivitas-terhadap-pertumbuhan-produksi-tanaman-pangan-di-jawa-timur/</link>
		<comments>http://indoagribisnis.wordpress.com/2010/12/27/peran-luas-panen-dan-produktivitas-terhadap-pertumbuhan-produksi-tanaman-pangan-di-jawa-timur/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Dec 2010 02:08:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indoagribisnis</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indoagribisnis.wordpress.com/?p=85</guid>
		<description><![CDATA[Indonesia have reached self sufficiency for rice at 2008 and corn at 2009. Actually, it can achieve more  if the growth of productions can be optimized through increasing in productivity an harvest area.  This paper aims to describe growth rates &#8230; <a href="http://indoagribisnis.wordpress.com/2010/12/27/peran-luas-panen-dan-produktivitas-terhadap-pertumbuhan-produksi-tanaman-pangan-di-jawa-timur/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indoagribisnis.wordpress.com&amp;blog=4915831&amp;post=85&amp;subd=indoagribisnis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Indonesia</em><em> have reached self sufficiency for rice at 2008 and corn at 2009. Actually, it can achieve more  if the growth of productions can be optimized through increasing in productivity an harvest area.  This paper aims to describe growth rates of harvested area,<span id="more-85"></span> productivity and production of wetland rice and corn in east Java and their sources of growth during the period of 1990-2008. Growth rate of productivity as source of growth of wetland rice was more than the growth rate of harvest area. Growth rate of harvest area as source of growth of corn was more than the growth rate of productivity. It is necessary to enhance rice and corn production through agricultural technology research and development, controlled agricultural land conversion, and infrastructure development.</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indoagribisnis.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indoagribisnis.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indoagribisnis.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indoagribisnis.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/indoagribisnis.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/indoagribisnis.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/indoagribisnis.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/indoagribisnis.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indoagribisnis.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indoagribisnis.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indoagribisnis.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indoagribisnis.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indoagribisnis.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indoagribisnis.wordpress.com/85/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indoagribisnis.wordpress.com&amp;blog=4915831&amp;post=85&amp;subd=indoagribisnis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indoagribisnis.wordpress.com/2010/12/27/peran-luas-panen-dan-produktivitas-terhadap-pertumbuhan-produksi-tanaman-pangan-di-jawa-timur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0e6a3d2b4bf55f3578110ed6f5eb605c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">indoagribisnis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KEBIJAKAN DASAR MENGATASI KECUKUPAN PANGAN</title>
		<link>http://indoagribisnis.wordpress.com/2010/11/30/kebijakan-dasar-mengatasi-kecukupan-pangan/</link>
		<comments>http://indoagribisnis.wordpress.com/2010/11/30/kebijakan-dasar-mengatasi-kecukupan-pangan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Nov 2010 04:57:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indoagribisnis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[kebijakan pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[kecukupan pangan]]></category>
		<category><![CDATA[konsumsi beras]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indoagribisnis.wordpress.com/?p=75</guid>
		<description><![CDATA[Pada tahun 1970an pemerintah berusaha memperkenalkan beras sebagai makanan pokok bagi masyarakat indonesia. Oleh karena itu, bagi masyarakat yang makanan pokoknya non beras, seperti sagu, jagung, ketela, dll diharapkan untuk beralih ke beras. Akibatnya, makanan pokok non beras yang menjadi &#8230; <a href="http://indoagribisnis.wordpress.com/2010/11/30/kebijakan-dasar-mengatasi-kecukupan-pangan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indoagribisnis.wordpress.com&amp;blog=4915831&amp;post=75&amp;subd=indoagribisnis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada tahun 1970an pemerintah berusaha memperkenalkan beras sebagai makanan pokok bagi masyarakat indonesia. Oleh karena itu, bagi masyarakat yang makanan pokoknya non beras, seperti sagu, jagung, ketela, dll diharapkan untuk beralih ke beras. Akibatnya,<span id="more-75"></span> makanan pokok non beras yang menjadi makanan pokok penduduk lokal berubah menjadi barang inferior. Penduduk yang makan makanan tersebut sebagai makanan pokok dianggap sebagai masyarakat yang kurang sejahtera.<br />
Usaha pemerintah tersebut mencapai keberhasilan dengan tidak adanya lagi daerah yang menjadikan bahan makanan non bersa sebagai makanan pokok. Akan tetapi keberhasilan tersebut menjadi blunder untuk ketersediaan beras saat ini. Selain kebutuhan beras yang meningkat karena pertambahan penduduk, tingginya konsumsi beras perkapita juga menjadi akar permasalahan. rata-rata konsumsi beras Indonesia adalah 139 kg/kapita/tahun diatas rata-rata dunia yang hanya 60 kg/kapita/tahun.<br />
kebutuhan beras.<br />
Besarnya konsumsi perkapita diakibatkan oleh tidak beragamnya konsumsi untuk pemenuhan karbohidrat, misalnya beras yang tadinya porsi terhadap karbohidrat di tahun 1954 hanya 53,5 persen, tetapi 2008 sudah 86,6 persen peranannya terhadap karbohidrat masyarakat Indonesia.<br />
Porsi jagung untuk kebutuhan karbohidrat turun drastis, dari tahun 1954 yang mencapai 18,9 persen, pada tahun 2008 hanya 0,7 persen. Justru yang terlihat meningkat adalah terigu, pada tahun 1954 masih 0 persen pada waktu itu orang Indonesia belum makan terigu, tapi tahun 2008 sebesar 6,3 persen (Subagyo:www. antaranews.com)<br />
kecukupan pangan untuk mengatasi blunder tersebut ada beberapa kebijakan yang bisa diambil pemerintah dengan konsekunsi yang berbeda diantaranya adalah:<br />
1.	Impor. kebijakan ini merupakan kebijakan yang sangat gampang untuk dilakukan pemerintah, tetapi ada konsekuensi yang mengikutinya, yaitu: berkurangnya devisa negara dan ada kemungkinan rusaknya harga beras dalam negeri yang pada ahirnya akan berpengaruh pada kesejahteraan petani. Biasanya harga beras impor lebih rendah dibandingkan dengan beras dalam negeri karena selain kebijakan dumping dari negara eksportir, juga karena hpp padi lebih rendah.<br />
2.	Peningkatan produksi dalam negeri. Kebijakan ini bisa diimplementasikan dalam bentuk intensifikasi, ekstensifikasi, dan intensitas tanam. dari ketiga program tersebut yang masih mempunyai peluang besar adalah intensifikasi dan intensitas tanam. Pada masa mendatang, ekstensifikasi terancam dengan sector non pertanian yang juga semakin berkembang, sehingga ada perebutan penggunaan lahan untuk pertanian dengan non pertanian seperti untuk kebutuhan papan, dan indusri lainnya.<br />
Intensifikasi masih mempunyai harapan besar untuk dilakukan asalkan ada control atau pengawasan yang ketat dari pemerintah. Program intensifikasi identik dengan biaya mahal. Benih menggunakan varietas bersertifikat dengan harga lebih mahal dari harga non sertifikat. Penggunaan pupuk harus tepat waktu dan tepat dosis. Ketepatan ini biasanya terhambat oleh ketersediaan pupuk dan keterjangkauan harga  pada saat panen karena control pemerintah yang kurang memadai. Selain itu kendala intensifikasi adalah rangsangan harga untuk hasil panen padi. Seringkali harga dasar yang ditetapkan pemerintah tidak berlaku pada saat panen raya, dengan berbagai alas annya. Missal; kualitas panen yang dibawah standard an yang sangat disesalkan adalah kemampuan pemerintah dalam menyerap hasil petani karena anggaran yang kurang.<br />
Intensitas tanam, dilakukan dengan upaya meningkatkan intensitas tanam dalam satu tahun. Dengan adanya peningkatan intensitas tanaman dari bisanya maka otomatis produksi dalam satu tahun akan bertambah sebesar produksi dikalikan dengan tambahan intensitasnya.<br />
Pada daerah-daerah tertentu khususnya daerah kering, padi hanya bisa ditanam satu kali pada saat musim hujan. Agar bisa ditanam lebih dari satu kali maka pemerintah harus menyediakan air yang cukup dengan mengupayakan pembangunan irigasi atau penyediaan pompa air dan pembanggunan sumur-sumur pengairan.<br />
3.	Mengurangi konsumsi beras nasional, Besarnya ketergantunagan masyarakat terhadap beras dalam mencukupi kebutuhan karbohidrat dan besarnya rata-rata konsumsi bersa perkapita/tahun, memberi peluang besar untuk memberlakukan kebijakan ini. Ketergantungan dan konsumsi perkapita dikurangi dengan menganekaragamkan konsumsi karbohidrat. Opini atau anggapan bahwa mengkonsumsi beras sebagai indicator kesejahteraan, harus dikikis. Masyarakat disadarkan kembali untuk tidak gengsi untuk mengkonsumsi makanan local, seperti jagung di madura, singkong di gunung kidul, sagu di NTT dan papua.</p>
<p>Kebijakan tersebut bisa diambil secara terpisah, atau juga bisa digabungkan sekaligus. Apapun kebijakan yang diambil pemerintah dalam mengatasi kecukupan pangan, sisi ekonomi terutama kesejahteraan petani harus tetap diperhatikan. Ingat bahwa hakikat dari pembangunan pertanian adalah bukan hanya peningkatan produksi pertanian tetapi juga peningkatan pelaku sector pertanian utamanya petani secara luas.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indoagribisnis.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indoagribisnis.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indoagribisnis.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indoagribisnis.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/indoagribisnis.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/indoagribisnis.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/indoagribisnis.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/indoagribisnis.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indoagribisnis.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indoagribisnis.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indoagribisnis.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indoagribisnis.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indoagribisnis.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indoagribisnis.wordpress.com/75/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indoagribisnis.wordpress.com&amp;blog=4915831&amp;post=75&amp;subd=indoagribisnis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indoagribisnis.wordpress.com/2010/11/30/kebijakan-dasar-mengatasi-kecukupan-pangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0e6a3d2b4bf55f3578110ed6f5eb605c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">indoagribisnis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kinerja Peternakan Jawa Timur di Otonomi Daerah</title>
		<link>http://indoagribisnis.wordpress.com/2010/06/28/kinerja-peternakan-jawa-timur-di-otonomi-daerah/</link>
		<comments>http://indoagribisnis.wordpress.com/2010/06/28/kinerja-peternakan-jawa-timur-di-otonomi-daerah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jun 2010 04:48:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indoagribisnis</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indoagribisnis.wordpress.com/?p=79</guid>
		<description><![CDATA[Regional autonomy opens the possnot ibility to improve local potency. However, this may have been explored maximally. This research aim to study the performance of livestock industries in East java. It was shown that there was  increase in production but &#8230; <a href="http://indoagribisnis.wordpress.com/2010/06/28/kinerja-peternakan-jawa-timur-di-otonomi-daerah/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indoagribisnis.wordpress.com&amp;blog=4915831&amp;post=79&amp;subd=indoagribisnis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Regional autonomy opens the possnot ibility to improve local potency. However, this may have been explored maximally. This research aim to study the performance of livestock industries in East java. It was shown that there was  increase in production but the productivity was small. On other side, the prosperity of farmer (farming) was poor. The term of trade for farming index showed that its value was less from 100.<span id="more-79"></span></p>
<p>Altough the price of meat, milk, and egg was increased, but the price of consumption goods and production cost were increasing in higher level. There was marketing distortion that caused by local goverment policy, example: retribution. It is resulted in high cost economy</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indoagribisnis.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indoagribisnis.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indoagribisnis.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indoagribisnis.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/indoagribisnis.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/indoagribisnis.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/indoagribisnis.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/indoagribisnis.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indoagribisnis.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indoagribisnis.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indoagribisnis.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indoagribisnis.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indoagribisnis.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indoagribisnis.wordpress.com/79/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indoagribisnis.wordpress.com&amp;blog=4915831&amp;post=79&amp;subd=indoagribisnis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indoagribisnis.wordpress.com/2010/06/28/kinerja-peternakan-jawa-timur-di-otonomi-daerah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0e6a3d2b4bf55f3578110ed6f5eb605c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">indoagribisnis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sepak Bola Indonesia, Jangan Lolos Piala Dunia dulu</title>
		<link>http://indoagribisnis.wordpress.com/2010/06/28/sepak-bola-indonesia-jangan-lolos-piala-dunia-dulu/</link>
		<comments>http://indoagribisnis.wordpress.com/2010/06/28/sepak-bola-indonesia-jangan-lolos-piala-dunia-dulu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jun 2010 04:35:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indoagribisnis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indoagribisnis.wordpress.com/?p=76</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin banyak orang bertanya kapan Indonesia bisa ikut Piala Dunia (PD)? Jawaban yang tepat bagi saya adalah &#8220;jangan sekarang&#8221; alias belum saatnya Inodensia ikut PD. Selagi pemain sepakbola Indoensia masih memadukan teknik sepakbola dengan teknik bela diri (silat, karate, bahkan &#8230; <a href="http://indoagribisnis.wordpress.com/2010/06/28/sepak-bola-indonesia-jangan-lolos-piala-dunia-dulu/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indoagribisnis.wordpress.com&amp;blog=4915831&amp;post=76&amp;subd=indoagribisnis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin banyak orang bertanya kapan Indonesia bisa ikut Piala Dunia (PD)? Jawaban yang tepat bagi saya adalah &#8220;jangan sekarang&#8221; alias belum saatnya Inodensia ikut PD. Selagi pemain sepakbola Indoensia masih memadukan teknik sepakbola dengan teknik bela diri (silat, karate, bahkan tinju), tidak layak Indonesia ikutan PD. Keikutsertaannya hanya akan membikin malu bangsa.<span id="more-76"></span></p>
<p>kedewasaan dan fair play para pemain dan juga official dari negara peserta PD sangat jauh berbeda dengan persepakbolaan negara kita. Banyak keputusan wasit maupun assiten wasit yang kontravesial selama PD berlangsung. Pada laga pembuka, pertandingan antara meksiko melawan tuan rumah terjadi dianulirnya gol untuk meksiko karena dianggap telah offside terlebih dulu, padahal jelas-jelas masih ada pemain tuan rumah di depan gawang.</p>
<p>keputusan kontorversial terakhir adalah pada pertandingan antara Inggris Vs Jerman.  bola yang ditendang dengan keras oleh Lampard membentur gawang untuk kemudian jatuh ketanah di belakang garis, akan tetapi kemudian memantul ke gawang lagi yang akhir nya ditangkap oleh kiper di dalam garis. Karena cepatnya bola (mungkin), wasit tidak melihat bahwa bola sudah masuh gawang.</p>
<p>beberapa kejadian kontroversial di atas tidak sampai membuat pertandingan rusuh atau ditunda karena mogoknya pemain yang dirugikan ole keputusan wasit. official juga menerima keputusan tersebut. Bayangkan kalau ini terjadi pada kesebelasan Indonesia, bisa-bisa wasit beserta assitennya babak belur dihajar pemain, official, dan supporter.</p>
<p>Dengan demikian, ketidak ikutsertaan Indonesia saat ini di arena PD justru membuat saya bersyukur.karena kita masih kalah secara teknis, dewasa, dan fairplay. Harga diri bangsa kita justru akan terpelihara.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indoagribisnis.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indoagribisnis.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indoagribisnis.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indoagribisnis.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/indoagribisnis.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/indoagribisnis.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/indoagribisnis.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/indoagribisnis.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indoagribisnis.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indoagribisnis.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indoagribisnis.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indoagribisnis.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indoagribisnis.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indoagribisnis.wordpress.com/76/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indoagribisnis.wordpress.com&amp;blog=4915831&amp;post=76&amp;subd=indoagribisnis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indoagribisnis.wordpress.com/2010/06/28/sepak-bola-indonesia-jangan-lolos-piala-dunia-dulu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0e6a3d2b4bf55f3578110ed6f5eb605c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">indoagribisnis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pertanian dan Petani di Otonomi Daerah</title>
		<link>http://indoagribisnis.wordpress.com/2009/08/23/pertanian-dan-petani-di-otonomi-daerah/</link>
		<comments>http://indoagribisnis.wordpress.com/2009/08/23/pertanian-dan-petani-di-otonomi-daerah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Aug 2009 07:34:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indoagribisnis</dc:creator>
				<category><![CDATA[opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indoagribisnis.wordpress.com/?p=73</guid>
		<description><![CDATA[Secara resmi pemerintah telah mengimplementasikan UU No.22 Tahun 1999 tentang otonomi daerah pada Januari 2001. Pemerintah Daerah sudah mempunyai kewenangan yang luas untuk mengelola sumberdaya daerahnya masing-masing untuk tujuan kesejahteraan rakyatnya. Namun demikian, selain UU No. 22 Tahun 1999, pemerintah &#8230; <a href="http://indoagribisnis.wordpress.com/2009/08/23/pertanian-dan-petani-di-otonomi-daerah/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indoagribisnis.wordpress.com&amp;blog=4915831&amp;post=73&amp;subd=indoagribisnis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Secara resmi pemerintah telah mengimplementasikan UU No.22 Tahun 1999 tentang otonomi daerah pada Januari 2001. Pemerintah Daerah sudah mempunyai kewenangan yang luas untuk mengelola sumberdaya daerahnya masing-masing untuk tujuan kesejahteraan rakyatnya.<span id="more-73"></span></p>
<p>Namun demikian, selain UU No. 22 Tahun 1999, pemerintah juga punya UU No.25 Tahun 1999 tentang perimbangan keuangan antara daerah dan pusat. Kedua UU ini seakan menjadi dua perangkat yang mempunyai dua sisi berbeda, alias sussah suntuk berjalan beriringan.</p>
<p>Dengan adanya UU No 25, pemerintah daerah berusaha untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah sebanyak-banyaknya dan dengan jalan secepat mungkin yang kadang mengabaikan sumberdaya daerah yangberpotensi mensejahterakan rakyatnya.</p>
<p>Tidak bisa dipungkiri bahwa sebagian besar penduduk Indonesia yang tinggal di daerah adalah berprofesi sebagai petani dan itulah yang menjadi sebaian besar sumberdaya di daerah. Dengan kata lain, pemerintah daerah yang mempunyai potensi pertanian (baik dari sumberdaya alamnya dan sumberdaya manusianya) harus mampu mengangkat potensi tersebut menjadi program unggulan dalam pembangunan.</p>
<p>Dengan alasan pertumbuhan sektor pertanian sangat lambat, maka tidak heran bila pemerintah daerah kurang perhatian terhadap sektor yang menghidupi sebagian besar rakyatnya tersebut. Alasan pertumbuhan memang bisa diterima karena hal tersebut akan berimbas pada penerimaan PAD.</p>
<p>selain sektor industri yang lebih menjadi perhatian, bentuk restribusi-restribusi dan pajak menjadi andalan pemerintah daerah untuk meraup PAD banyak dan cepat. Ironinya, restribusi tersebut bisa menjadi penghambat perkembangan sektor lain seperti perdagangan, pertanian, perindustrian dll.</p>
<p>Pelaku ekonomi menganggap bahwa berbagai macam bentuk restribusi tersebut akan menjadikan<em> high cost economic</em>. Kalo sudah sampai sini, sektor pertanian menjadi sektor yang merasa dua kali dikucilkan. <em>pertama,</em> perhatian pemda terhadap pemebangunan pertanian kurang dan <em>kedua,</em> petani yang akan memperdagangkan hasil pertaniannya terhambat oleh restribusi-restribusi baik di daerah asalnya maupun di daerah tujuan (pasar).</p>
<p>itu semua adalah gambaran umum, tidak semua daerah tidak perhatian terhadap pertanian. Pemda yang berhasil mengangkat potensi pertaniannya misalnya Propinsi Gorontalo yang menjadi produsen jagung. Bagaimana dengan jawa timur????</p>
<p>tunggu jawabannya setelah kajian yang dilakukan penulis selesai!!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indoagribisnis.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indoagribisnis.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indoagribisnis.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indoagribisnis.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/indoagribisnis.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/indoagribisnis.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/indoagribisnis.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/indoagribisnis.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indoagribisnis.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indoagribisnis.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indoagribisnis.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indoagribisnis.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indoagribisnis.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indoagribisnis.wordpress.com/73/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indoagribisnis.wordpress.com&amp;blog=4915831&amp;post=73&amp;subd=indoagribisnis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indoagribisnis.wordpress.com/2009/08/23/pertanian-dan-petani-di-otonomi-daerah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0e6a3d2b4bf55f3578110ed6f5eb605c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">indoagribisnis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mudik Euy…..</title>
		<link>http://indoagribisnis.wordpress.com/2008/09/24/mudik-euy%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://indoagribisnis.wordpress.com/2008/09/24/mudik-euy%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Sep 2008 03:33:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indoagribisnis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[iman]]></category>
		<category><![CDATA[mudik]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[takwa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indoagribisnis.wordpress.com/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[Mudik kapan…..??Setiap lebaran idul fitri tiba, orang-orang yang di perantauan rame-rame—berbondong-bondong—pulang kampung atau lebih sering dikenal sebagai mudik. Padahal pulang kampong bagi para perantau bisa kapan saja tidak harus wktu lebaran dan itu juga mungkin dilakukan mereka. Akan tetapi yang &#8230; <a href="http://indoagribisnis.wordpress.com/2008/09/24/mudik-euy%e2%80%a6/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indoagribisnis.wordpress.com&amp;blog=4915831&amp;post=66&amp;subd=indoagribisnis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Mudik kapan…..??Setiap lebaran idul fitri tiba, orang-orang yang di perantauan rame-rame—berbondong-bondong—pulang kampung atau lebih sering dikenal sebagai mudik. Padahal pulang kampong bagi para perantau bisa kapan saja tidak harus wktu lebaran dan itu juga mungkin dilakukan mereka. <span id="more-66"></span>Akan tetapi yang membedakan dengan saat lebaran adalah waktunya mudik yang bareng-bareng sehingga gaungnya menjadi wah……….mudik. setiap ketemu teman di kantor, di jalan, dan entah dimana, selalu menanyakan mudiknya kapan? Bahkan kadang-kadang yang ga perantaupun ditanya “ga mudik”? <span lang="IT">Jadi ingat parodinya Temon dan Abdel di Global TV. Diceritakan disana bahwa temon adalah orang jakarta yang secara otomatis tidak punya acara mudik, tapi ternyata dia juga menyimpan keinginan untuk mudik sehingga di nyari cara bagaimana agar bisa mudik. Akhirnya dia nembak (ga pakai pelor) pembantu sebelah rumah tuk menjdi calon sitrinya dengan harapan dia bisa ikutan mudik ke kampung halaman calon istri.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span lang="IT">Seakan-akan mudik saat lebaran sudah menjadi keharusan, bahkan dibela-belain bagaimana caranya agar bisa mudik bagaimanapun caranya. </span>Bagi yang ga dapet tempat duduk di angkutan, kereta, atau kapal rela berdesakan atau <em>ndlosor</em> di lantai. Bagi yang ga punya ongkos untuk mudik, nyari cara tuk dapat uang baik dengan jalan lurus maupun jalan berbelok (nyuri, ngrampok, nipu, de el el).tak heran kalao musim mudik kayak gini kejahatan di kota besar meningkat.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Kebiasaan mudik biasanya juga diikuti dengan ajang adu penampilan. Masak perantau ga berhasil, akhirnya tidak sedikit dari perantau yang membuat dirinya seakan-akan orang sukses di perantauan. Dengan gayanya yang metropolis kadang-kadang malah membuatnya jadi <em>wagu poll.</em> Mereka masih mengukur keberhasilan dengan materi, yang membuat makna lebaran menjadi <em>lebar</em> (bubar).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Gimana ga bubar ya……..lawong yang ikut merayakakn lebaran bukan hanya orang yang berpuasa, lagian kadang-kang yang puasapun juga belum bisa menahan nafsu kemateriannya. Baju baru, motor baru, dan materi serba baru lainnya menunjukkan kemateriannya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Seharusnya yang baru adalah keimanan dan ketakwaan kita. Bulan puasa adalah tangga menuju ke tingkat iman dan takwa yang lebih baik. Seharusnya setelah Ramadan kita bisa gapai itu semua, bukannya malah menuruni tangga yang sudah kita naiki.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Tapi tetep yang namanya mudik adalah idaman para perantau. Kangen bisa di lepas, temen lama bisa berkumpul, tapi uang juga tetep abis……….he……he…..</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indoagribisnis.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indoagribisnis.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indoagribisnis.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indoagribisnis.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/indoagribisnis.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/indoagribisnis.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/indoagribisnis.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/indoagribisnis.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indoagribisnis.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indoagribisnis.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indoagribisnis.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indoagribisnis.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indoagribisnis.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indoagribisnis.wordpress.com/66/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indoagribisnis.wordpress.com&amp;blog=4915831&amp;post=66&amp;subd=indoagribisnis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indoagribisnis.wordpress.com/2008/09/24/mudik-euy%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0e6a3d2b4bf55f3578110ed6f5eb605c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">indoagribisnis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>emping mlinjo</title>
		<link>http://indoagribisnis.wordpress.com/2008/09/24/emping-mlinjo/</link>
		<comments>http://indoagribisnis.wordpress.com/2008/09/24/emping-mlinjo/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Sep 2008 03:09:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indoagribisnis</dc:creator>
				<category><![CDATA[peluang agribisnis]]></category>
		<category><![CDATA[emping]]></category>
		<category><![CDATA[mlinjo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indoagribisnis.wordpress.com/?p=63</guid>
		<description><![CDATA[Emping mlinjo merupakan salah satu produk agribisnis yang berjenis makanan kecil alias camilan yang berbahan baku mlinjo. Karena bahan dasarnya adalah mlinjo yang mengandung zat perangasang asam urat, maka bagi para pengidap asam urat, makanan ini sebaiknya dihindari. Daerah penghasil &#8230; <a href="http://indoagribisnis.wordpress.com/2008/09/24/emping-mlinjo/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indoagribisnis.wordpress.com&amp;blog=4915831&amp;post=63&amp;subd=indoagribisnis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Emping mlinjo merupakan salah satu produk agribisnis yang berjenis makanan kecil alias camilan yang berbahan baku mlinjo. Karena bahan dasarnya adalah mlinjo yang mengandung zat perangasang asam urat, maka bagi para pengidap asam urat, makanan ini sebaiknya dihindari.<span id="more-63"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Daerah penghasil emping mlinjo yang terkenal di jawa adalah sebuah kota kecil di Kabupaten Batang Jateng, yaitu kecamatan Limpung. Daerah ini berada di jalur pantura tepatnya di sebelah selatan alas roban atau sekitar 30 km sebelah timur kota Batang. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Emping yang berasal dari daerah Limpung sudah merambah ke kota-kota besar baik di jaw mupun luar jawa dan bahkan sudah merambah ke luar negeri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Sayangnya emping ini maasih diproduksi dalam skala rumah tangga dan merupakan pekerjaan sampingan. Biasanya dikerjakan oleh ibu-ibu rumah tangga dengan dibantu anak perempuan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span lang="SV">Harga yang ditawarkan sangat bervariasi tergantung dari kualitas, musim hujan/kemarau, ketersediaan bahan baku, dan hari-hari besar. </span>Dengan kisaran antara Rp 8.000 – Rp18.000.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Peralatan yang dibutuhkan untuk memproduksi emping mlinjo secara tradisional sangat sederhana yaitu:</span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="a">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Penggorengan (wajan-jawa) tanah (grabah)</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Palu dengan penampang lebar (diameter kurang lebih 5 cm)</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="DE"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Batu pipih lebar dan halus (diameter kurang lebih 60 cm)</span></span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="DE"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Plastik </span></span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="DE"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Seng tipis</span></span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="DE"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Kayu bakar</span></span></span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0 0 0 18pt;"><span lang="DE"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">Proses pembuatan emping adalah sebagai berikut:</span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">mlinjo dipanaskan di atas penggrengan tanah (gerabah) tanpa minyak goreng</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;">mlinjo yang sudah panas diangkat dan di kuliti</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">mlinjo yang sudah dikuliti dipipihkan satu per satu di atas batu dengan menggunakan palu</span></span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">mlinjo yang sudah dipipihkan (dinamakan emping mentah) di angkat dari batu menggunakan seng tipis dan selanjutnya di taruh di plastik</span></span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">emping yang sudah di atas plastik dikeringkan di bawah sinar matahari sampai kering 100%</span></span></span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Bagi yang ingin mendapatkan emping mlinjo dalam jumlah besar, bisa menghubungi kami</span></span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indoagribisnis.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indoagribisnis.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indoagribisnis.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indoagribisnis.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/indoagribisnis.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/indoagribisnis.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/indoagribisnis.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/indoagribisnis.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indoagribisnis.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indoagribisnis.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indoagribisnis.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indoagribisnis.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indoagribisnis.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indoagribisnis.wordpress.com/63/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indoagribisnis.wordpress.com&amp;blog=4915831&amp;post=63&amp;subd=indoagribisnis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indoagribisnis.wordpress.com/2008/09/24/emping-mlinjo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0e6a3d2b4bf55f3578110ed6f5eb605c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">indoagribisnis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>LOWONGAN CPNS DOSEN</title>
		<link>http://indoagribisnis.wordpress.com/2008/09/24/lowongan-cpns-dosen/</link>
		<comments>http://indoagribisnis.wordpress.com/2008/09/24/lowongan-cpns-dosen/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Sep 2008 02:42:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indoagribisnis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[cpns]]></category>
		<category><![CDATA[dosen]]></category>
		<category><![CDATA[lowongan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indoagribisnis.wordpress.com/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[dibutuhkan 58 CPNS sebagai dosen di universitas trunojoyo madura untuk jurusan sosiologi, psikologi, sastra inggris, teknik elektro, teknik mesin, teknik inormatika, teknik komputer, teknik industri, ilmu komputer, pendidikan sains, biologi, apoteker, kedokteran, ekonomi islam, kwarganegaraan, ekonomi pertanian, agribisnis, ilmu kelautan. &#8230; <a href="http://indoagribisnis.wordpress.com/2008/09/24/lowongan-cpns-dosen/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indoagribisnis.wordpress.com&amp;blog=4915831&amp;post=61&amp;subd=indoagribisnis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>dibutuhkan 58 CPNS sebagai dosen di universitas trunojoyo madura untuk jurusan sosiologi, psikologi, sastra inggris, teknik elektro, teknik mesin, teknik inormatika, teknik komputer, teknik industri, ilmu komputer, pendidikan sains, biologi, apoteker, kedokteran, ekonomi islam, kwarganegaraan, ekonomi pertanian, agribisnis, ilmu kelautan. selengkapnya buka <a href="http://www.trunojoyo.ac.id">www.trunojoyo.ac.id</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indoagribisnis.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indoagribisnis.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indoagribisnis.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indoagribisnis.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/indoagribisnis.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/indoagribisnis.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/indoagribisnis.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/indoagribisnis.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indoagribisnis.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indoagribisnis.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indoagribisnis.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indoagribisnis.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indoagribisnis.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indoagribisnis.wordpress.com/61/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indoagribisnis.wordpress.com&amp;blog=4915831&amp;post=61&amp;subd=indoagribisnis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indoagribisnis.wordpress.com/2008/09/24/lowongan-cpns-dosen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0e6a3d2b4bf55f3578110ed6f5eb605c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">indoagribisnis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DISPARITAS EKONOMI ANTAR KECAMATAN</title>
		<link>http://indoagribisnis.wordpress.com/2008/09/23/disparitas-ekonomi-antar-kecamatan/</link>
		<comments>http://indoagribisnis.wordpress.com/2008/09/23/disparitas-ekonomi-antar-kecamatan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Sep 2008 04:27:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indoagribisnis</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[analisis gravitasi]]></category>
		<category><![CDATA[analsis scalogram]]></category>
		<category><![CDATA[disparitas ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[indeks entropi theil]]></category>
		<category><![CDATA[indeks williamsons]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indoagribisnis.wordpress.com/?p=38</guid>
		<description><![CDATA[ABSTRACT   Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan menganalisis disparitas pertumbuhan ekonomi antarkecamatan yang terjadi di Kabupaten Bangkalan, mengidentifikasi pola dan struktur pertumbuhan ekonomi antarkecamatan di Kabupaten Bangkalan, dan mengidentifikasi ciri-ciri disparitas pertumbuhan ekonomi antarkecamatan di Kabupaten Bangkalan Data yang &#8230; <a href="http://indoagribisnis.wordpress.com/2008/09/23/disparitas-ekonomi-antar-kecamatan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indoagribisnis.wordpress.com&amp;blog=4915831&amp;post=38&amp;subd=indoagribisnis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><strong></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><em><span lang="SV"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span id="more-38"></span>ABSTRACT</span></span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span lang="SV"><span style="font-size:small;font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span lang="SV">Penelitian ini bertujuan untuk </span><span lang="IN">mengukur dan menganalisis disparitas pertumbuhan ekonomi antarkecamatan yang terjadi di Kabupaten Bangkalan, mengidentifikasi pola dan struktur pertumbuhan ekonomi antarkecamatan di Kabupaten Bangkalan, dan mengidentifikasi ciri-ciri disparitas pertumbuhan ekonomi antarkecamatan di Kabupaten Bangkalan<!--more--></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Data yang digunakan adalah data sekunder runtut waktu (<em>time series) </em>dari Badan Busat Statistik<span>  </span>yang meliputi data <span> </span>PDRB per kecamatan, PDRB per kapita per kecamatan dan PDRB per kapita rata-rata Kabupaten Bangkalan, jumlah penduduk, pertumbuhan PDRB per kecamatan, jarak antar kecamatan, dan juga data fasilitas sosial, fasilitas pemerintah dan fasilitas ekonomi. Untuk keperluan analisis, digunakan alat analisis 1) indeks ketimpangan regional (<em>regional inequality)</em><strong> Indeks Williamson</strong> dan <strong>Indeks Entropi Theil</strong> 2) <strong>Analsis Tipologi Daerah</strong> 3) <strong>Analisis scalogram</strong> dan 4) <strong>Analisis Gravitasi</strong>.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;"><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;">Hasil penelitian menunjukkan bahwa disparitas regional Kab. Bangkalan adalah kecil, dengan indeks Williamson mendekati nol (0,00309) dan Indeks Entropi 0,0388. Akan tetapi nilai indeks setiap tahun mengalami peningkatan. Analisis tipologi daerah menunjukkan bahwa <em>Pertama</em>, Bangkalan, Kamal, Arosbaya dan Labang. berklasifikasi cepat maju dan cepat tumbuh. <em>Kedua</em>, Socah, Modung, Burneh, Sepulu dan Tanjung Bumi berklasifikasi berkembang cepat. <em>Ketiga</em>, Kwanyar dan Klampis berkategori maju tertekan. <em>Keempat</em>, Tragah, Blega, Konang, Kecamatan Galis, Tanah Merah, Geger, dan Kokop berkategori daerah yang relatif tertinggal. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span lang="IN">Hasil analisis scalogram menunjukkan <em>Pertama</em></span><span lang="IN"> Tanjung Bumi, Burneh dan Socah memiliki dukungan fasilitas di atas rata-rata dengan tingkat pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata. <em>K<span>edua, </span></em>Bangkalan, Kamal, Arosbaya, Labang, Modung dan Sepulu adalah<em> </em>kecamatan yang memiliki dukungan fasilitas di atas rata-rata dengan pertumbuhan ekonomi rata-rata. <em>K<span>etiga</span></em>, Tragah, Blega, Kwanyar, Klampis, Konang, Galis, dan Tanah Merah adalah kecamatan dengan tingkat pertumbuhan ekonomi di bawah rata-rata dengan dukungan fasilitas yang relatif minim.<em> Keempat</em> Kokop dan Geger, yaitu kecamatan dengan pertumbuhan ekonomi rendah dengan dukungan fasilitas di atas rata-rata. Hasil Gravitasi menunjukkan bahwa menjadi <em>center point</em> untuk kecamatan-kecamatan lain</span></span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indoagribisnis.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indoagribisnis.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indoagribisnis.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indoagribisnis.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/indoagribisnis.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/indoagribisnis.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/indoagribisnis.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/indoagribisnis.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indoagribisnis.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indoagribisnis.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indoagribisnis.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indoagribisnis.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indoagribisnis.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indoagribisnis.wordpress.com/38/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indoagribisnis.wordpress.com&amp;blog=4915831&amp;post=38&amp;subd=indoagribisnis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indoagribisnis.wordpress.com/2008/09/23/disparitas-ekonomi-antar-kecamatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0e6a3d2b4bf55f3578110ed6f5eb605c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">indoagribisnis</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
