Perbaikan Modal SDM Pertanian

Seiring dengan selesainya seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) diketahui bahwa peminat untuk masuk fakultas pertanian mengalami peningkatan yang signifikan. (http://www.kopertis12.or.id/2013/09/09/minat-kuliah-ke-pertanian-mulai-meningkat.html) bahkan di Universitas Brawijasa (UB) meningkat enam kali lipat dari 200 pada tahun 2006 menjadi 1200 pada tahun 2013. Sebagai salah satu orang yang bekerja disektor pertanian (meskipun tidak langsung), saya patut berbangga dengan hal tersebut karena secara otomatis mereka akan menjadi modal Sumberdaya Pertanian dengan pendidikan tinggi dan berumur muda. Sebagai gambaran, tenaga kerja atau pelaku usaha pertanian saat ini sebagian besar berumur tua dan berpendidikan rendah, dimana berdampak begatif pada produktivitas dan pola pikirnya. Memang ada beberpa alasan mengapa selama ini minat pemuda terhadap pertanian sangat rendah: 1) pandangan negative terhadap pertanian seperti kalau bekerja di pertanian akan bergulat dengan tanah yang kotor; 2) upah rendah; 3) keuntungan sedikit; 4) risiko besar karena harus berhadapan dengan lingkungan yang tidak pasti seperti iklim, hama penyakit, harga input dan output yang tidak menentu
Namun demikian tetap saja hati kecil saya masih belum yakin dengan peningkatan minat masuk fakultas pertanian akan berbanding lurus dengan kemajuan pertanian karena pertanyaan besarnya adalah APAKAH SETELAH LULUS DARI FAKULTAS PERTANIAN, MEREKA AKAN TERJUN KE BIDANG PERTANIAN?. Sudah banyak bukti alumni pertanian tidak bersedia bekerja di sector pertanian. Bahkan sampai ada plesetan kepanjangan dari sebuah institute pertanian menjadi institute pleksibel atau institute perbankan. Mungkin dari 40 oarang sekelas saya, tidak lebih 50% yang bekerja di bidang yan berkaitan (langsung/tidak) dengan pertanian.
Tidak bisa dipungkiri juga bahwa masih ada yang dalam SNMPTN menjadi peminat atau memilih fakultas pertanian tersebut murni berdasarkan pilihan sendiri tetapi karena ikut-ikutan atau sebenarnya tidak tahu dengan prodi yang dipilih. Apapun latar belakang peminat masuk fakultas pertanian, adalah menjadi tugas perguruan tinggi untuk membentuk calon SDM pertanian tersebut benar-benar mencintai pertanian sehingga bersedia dan bersemangat bekerja dibidang pertanian baik sebagai tenaga kerja, wirausahawan, perumus kebijakan maupun pegiat pemberdayaan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s