SERBA SERBI USAHATANI BAWANG MERAH (1)

Bawang merah merupakan salah satu komoditas yang mendapat prioritas kementrian pertanian untuk dikembangkan. Komoditas ini memang merupakan komoditas penting yang fungsinya belum bisa digantikan oleh komoditas lain terutama fungsi sebagai bumbu dapur. Pada sisi lain, produksi dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan domestic yang terus meningkat baik untuk kebutuhan konsumsi, industry,maupun bibit, sehingga mentut pemerintah untuk mendatangkan dari Negara lain alias impor.Image Meskipun sebenarnya selalu terjadi peningkatan luasan lahan dan produktivitas dalam tiap tahunnya. Pada tahun 2005, luasan lahan kurang lebih 83,6 ribu hektar menjadi 109,6 ribu hektar pada tahun 2010 dan  produktivitas 87,6 ton/Ha tahun2005 menjadi 95,7 ton/Ha tahun 2010. Namun demikian produktivitas sebesar itu belum sesuai dengan potensi benih unggul yang bisa mencapai 130 ton/ha.

Dilihat dari sebaran daerah penghasil bawang merah masih terkonsentrasi di pulau jawa dengan penghasil terbesar di jawa tengah terutama di kabupaten brebes. Sentra bawang merah lain di jawa adalah Cirebon (jawa barat), Bantul (DIY), dan Nganjuk serta probolinggo (jawa timur). Masing-masing daerah mempunyai pola tanam yang berbeda. Pada umumnya dalam satu tahun terdapat dua kali musim tanam, tetapi disebagian kecil daerah ada petani yang menanam bawang merah sepanjang tahun sehingga bisa 4 sampai 5 kali tanam. Dari bermacam pola tanam tersebut, panen raya terjadi pada sekitar bulan September karena hampir semua daerah dan semua petani memanen.  Sedangkan musim tanam yang lain terjadi perbedaan waktu.

Sebagian besar petani di bantul menam bawang pertama sekitar bulan maret/april yang akan dipanen  bulan mei/juni sedangkan tanam kedua Juni/juli yang akan panen bulan September. Petani di Ngjanjuk ada dua pola tanam sepanjang tahun dan dua kali tanam. Petani yang menanam bawang dua kali, musim tanam pertama bulan juni panen September dilanjut tanam lagi panen desember.

Kecamatan yang menjadi sentra produksi di kabupaten bantul adalah kretek, srandakan, dan sanden dengan agroekosistem lahan sawah dan pasir (pantai selatan). Kabupaten Nganjuk mepunyai sentra produksi juga di tiga kecamatan yaitu : sukomoro, rejoso dan gondang dengan agroekosistem sawah. Nganjuk sudah tersedia pasar khusus bawang merah buka setiap hari. Pasar tersebut menjadi tempat pertemuan konsumen, pedagang pengecer, pedagang besar, dan pedagang antar daerah. Bawang merah yang di transaksikan bukan hanya berasal dari nganjuk tetapi bisa juga dari luar daerah. Sayangnya tidak ada petani yang langsung menjual bawangnya ke pasar. Hampir semua petani menjual hasil panennya kepada tengkulak/penebas di sawah.

Petani di kecamatan sukomoro sebagian besar menam bawang sepanjang tahun meskipun sudah ada mulai diselingi dengan menanam sayuran lain. Pola tanam sepanjang tahun ini membawa dampak negative pada jenuhnya lahan dan resistennya hama penyakit. Keuntungannya jelas irit biaya tenaga kerja untuk pembuatan bedeng. Bedengan bisa digunakan 2-3 tahun meskipun semakin lama semakin menyempit karena tergerus air. Ada banyak alasan yang mendorong petani menanami lahannya dengan bawang merah sepanjang tahun. Salah satu alasannya adalah alasan ekonomi yang sebenarnya mengabaikan keberlanjutan usahataninya dilihat dari kerusakan lingkungan. Alasan ekonominya adalah keuntungan lebih besar disbanding komoditas lain dan umurnya juga lebih pendek.

Bebeda dengan petani di rejoso yang sudah mempertimbangkan keberlanjutan dengan sedikit adanya perbaikan lingkungan melalui pola tanam yang menyertakan komoditas kedelai didalamnya. Kedelai sebagai tanaman kacang-kacangan diyakini mampu memperkaya unsure N di dalam tanah, tapi sedikit disayangkan hanya itu yang dilakukan petani. Kebanyak petani masih 100% menggunakan pupuk kimia yang jelas bisa memperburuk struktur tanah.

Yang menarik lagi dari petani di rejoyo adalah hasil panen musim tanam pertama ditujukan untuk bawang konsumsi sedangkan untuk musim kedua untuk disimpan menjadi bibit.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s